apa itu keluarga
mungkin aku adalah satu dari sebanyak juta umat manusia dimuka bumi ini yang merasa aku kesepian. teman? aku punya keluarga? aku punya. tapi aku merasa aku jauh dari mereka ada jarak diantara kami. aku merasa aku lah yang paling menderita meskipun aku masih dikatakan orang beruntung. Rasanya sulit sekali mengekspresikan apa yang aku rasakan. aku merasa aku di nomor belakangan aku merasa aku tak penting bagi mereka dan itulah yang membuat aku memebrikan jarak diantara mereka. kau pikir aku mau? aku sama sekali tak menginginkan itu.
Hidupku berantakan aku tak sebahagia apa yang mereka lihat dari lauar, aku kesepian aku menderita aku butuh teman walau hanya utuk mendengarkan ceritaku, aku merasa semua masalah ku tanggung sendiri. kau pikir aku tak berdoa? tak meminta? semua sudah aku lakukan. Mereka bilang jika kita berdoa meminta dan berusaha maka suatu saat akan tercapai, tapi tidak denganku aku merasa semuanya sia-sia. terkadang aku merasa capek jika harus membasahi bantalku dengan air mata, tapi bagaimana lagi, itu satu-satunya agar aku bisa mengeluarkan amarahku.
aku lahir dari keluarga biasa, dari kalangan menengah, tapi apa salahnya jika berharap dengan cita-cita yg baik. ada hal yang membuatku harus berhenti mengharapkan cita-cita. waktu itu aku lulus SMP dan ingin melanjuutkan ke SMA tapi berbarengan dengan adik yang masuk ke SMP, karena keluarga ku keluarga yang biasa saja maka itu semua berat untuk keluargaku. waktu itu keluargaku sudah berantakan aku termasuk anak yang broken home. kami sulit untuk mendapatkan biaya. tapi kedua orang tuaku berusaha sekuat tenaga untuk menyekolahkan kedua anaknya agar masa depan aku dan adiku tidak seburuk orang tuanya. namun ketika orang tuaku terpontang panting mencari hiaya sekolah, keluargaku ada yang menyarankan aku selaku anak pertama berhenti agar tidak melanjutkan sekolah, adiku dulu yang diutamakan. sebenarnya aku sedih mendengar hal itu tapi memang solusi hanya seperti itu. sewaktu ketika aku memberanikan diri untuk bertanya kepada bapakku, apakah aku harus berhenti sekolah, saat itu aku mengatakan dengan nada yang parau karena mataku juga berlinang, aku berusaha menjaganya agar tak mengalir di pipi. tapi jawaban bapaku sangat menyenangkan aku harus tetap lanjut sekolah dan adiku juga harus tetap sekolah.
waktu itu aku dan adiku sudah duduk di kelas 2 aku SMA dan adiku SMP , dan pada saat itu juga keluarga kami di uji. keluarga kami kekurangan dana untuk persiapan naik kelas 3 untuk aku dan adiku. tapi bapak ku mendengar keluarga ku membicarakan soal itu dan mengatakan bahwa semua itu karna aku, aku yang terlalu tinggi bermimpi, bisa sekolah yang tinggi. aku juga sedih mendenar itu, bukankah harusnya kekuarga saling menguatkan? memberi semangat dan dukungan kenapa mereka malah menjatuhkan? wajar saja aku marah aku kecewa, bahkan kata-kata yang mereka ucapkan masih terngiang dikepalaku hingga sampai sekarang aku masih membencinya. kenapa kalian tidak menamparku saja? kenapa harus memaki keluarga keceilku, mungkin jika mereka menampar aku akan melupakan semua perbuatannya tapi kata-kata sungguh menyakitkan dari pada ditusuk pedang.
aku merasa sedih aku bingung aku tak bisa menceritakan semua masalahku pada temanku, aku merasa meskipun mereka mau mendengarkan mereka tak akan bisa memberikan solusi dan aku takut hanya akan membuatnya menambah bebean karena mereka juga pasti punya masalah sendiri dalam hidupnya jadi aku hanya diam. semenjak aku punya masalah serumit itu aku menjauhi teman-temanku dikelas aku tak mau mereka menjadi bahan amarahku lebih baik aku menghindar, hingga akirnya aku kesepian dan ada jarak diantara kita, temanku dan keluargaku. kata kata yang diucapkan keluargaku membunuh seketika mimpi-mimpi yang aku bangun dari kecil. teman-temanku yang aku percaya untuk berbagi keluh kesah canda tawa jauh meninggalkanku. kedua orang tuaku yang harunsya aku jadikan tempat cerita senang dan sedih sibuk dengan egonya masing-masing. cinta? aku tak peduli lagi dengan cinta sakit ini membuatku takut akan berteman dengan cinta. mereka bilang broken heart itu menyakitkan, tapi bukan kah broken home lebih menyakitkan?
note: just a story this is not true. saran judul yang bagus dong
Rabu, 30 Agustus 2017
Rabu, 10 Mei 2017
Hal Kecil Yang Disebut Cinta
Ini
adalah kisah hidupku, kisah hidup yang penuh dengan rasa sakit, pengorbanan,
dan kesabaran. Aku dilahirkan di keluarga yang bisa-bisa saja tidak seindah apa
yang terlihat dari luar. Bahkan untuk menceritakan yang aku rasakan tak cukup
dengan ari mata. Aku tak seberuntung mereka, kadang aku merasa iri dengan
mereka yang bahagia menjadi apa yang mereka inginkan tidak seperti aku.
Aku
memilik banyak kurangan bahkan bisa disebut aku tak punya kelebihan satupun.
Tidak pintar tidak cantik tidak baik dan sangat jauh dari sempura. Hidupku
berantakan dari mulai cinta dan keluarga. Kadang ingin sekali aku marah tapi
pada siapa orang tua atauTuhan. Aku mecoba selalu bersyukur setiap hari tapi
aku gagal dan selalu gagal.
Aku
berusia 16 tahun, usia ini lah yang paling labil butuh bimbingan dan arahan,
tapi tidak dengan aku. aku menjalani hidupku mengikuti temanku tidak dengan
kata hati. Orangtua ku sayang dengan ku segala materi atau material apa yang
aku minta terpenuhi tapi mereka tidak tahu apa yang sebenarnya aku inginkan.
Entah harus dimulai dri mana aku menceritakan hidupku sangat membuatku tidak
bahagia. aku punya banyak teman, mereka nyaman denganku dan begitu puala aku
nyaman dengan mereka., tapi entah kenapa aku tidak berani menceritakan semuanya
pada merka. Aku punya masalah dengan keluarga ku pun aku tak pernah cerita dan menyukai
seorang pun aku tak menceritakan . rasanya sulit untuk mengungkapakan apa yang
aku rasakan aku takut membebani mereka.
Semua
rasa ini muncul ketika aku kelas 11, Aku suka dengan teman sengkatanku dia
memang bukan orang yang terkenal dan juga biasa-biasa saja tapi entah kenapa
dia begitu special dimataku. Selalu aku perhatikan ketika dia ada didepan
mataku selalu aku ikuti kemana ia akan melangkah namanya Anan itulah yang aku
tau. Kukira ini sebatas suka kupikir
besok lusa rasa ini akan hilang tapi entah kenapa rasanya semakin bertambah aku
sadar aku cinta bukan sekedar suka. Aku mencari tahu segala sesuatu tentangnya
dari hal sekecil apapun, hingga salah satu teman dekatu menyadari bahwa aku
suka dengan seseorang, dia namnya Alia. Dia memang bukan teman sebangku tapi
dia tahu tentang aku walapun tidak semuanya ia tahu tentang aku karena aku
tertutup tentang hal-hal pribadi. Alia sadar aku menyukai sesorang dia tau karena
akhir akhir ini aku banyak berubah dari tingkah laku sampai penampilan. Alia
memang orang yang pandai tentang cinta tapi tidak denganku aku anak SMA yang
tidak tahu apapun tentang cinta dan fashion, namun setalah aku tahu Anan aku
berubah dan ternyata Alia menyadarinya.
Sehari
setelah Alia tahu perubahanku aku mulai jujur aku suka dengan Anan namun kukira
esok lusaa aku akan lupa ternyata tidak. Alia tahu aku tidak berpengalaman
dengan urusan cinta ia membantuku untuk mendapatkan anan membantuku dari cara berpenampilan
sampai cara untuk dekat dengan Anan. Alia berusaha keras tapi idak denganku aku
selalu peisimis tapi Alia selalu meyakinkanku aku bisa dekat dengan Anan. Aku
pernah mengatakan aku tak perlu jadi pacarnya dekat dengannya saja aku sudah
bahagia tapi Alai selalu memaksaku untuk selalu berusaha. Suatu keteika Anan
sedang bermain basket dia bukan pemain basket tapi ia cukup jago aku
memperhatikannya dari dekat karena bukan cuma aku yang sedang menontonnya.
Padahal waktu itu aku sedang ada jam pelajaran tapi aku bolos dengan Alia,
sebenarnya Alia tidak mau tapi ia terpaksa lantaran kasihan denganku yang terus
merengek, entah kenpa tiba tiba Alia datang mendekati Anan yang sedang
beristirahat dan dari kejauhan mngeluarkan HP, ternyata ia mendekati Anan hanya
untuk meminta no Whatsapp saja. Aku baru
tahu ternyata Anan dan Alia lumayan deket mudah untuk saling lempar senyum
padahal Anan tipe orang yang cuek dan aku tahu itu, makanya aku ragu untuk
mengenalnya lebih dekat. Alia menyerahkan no Whatsapp pada ku agar aku bisa
berhubungan laangsung lewat Whatsapp. Aku bingung aku takut dan aku malu tapi
Alia merebut HP ku dan menyimpankan no Anan di Hp ku aku bingung antara marah
dengan Alia atau aku bahagia. hampIr satu tahun aku mencintainya dalam diam
selalu mengikuti medsosnya selalu tahu sedang ada kesibukan apa tapi aku tak
pernah berani mendekatinya, jangankan mendekati mengirim pesan saja aku takut.
No Whatsapp yang dulu Alia kasih bahkan aku belum mengirim pesan sama sekali. Alia
sempat marah kenapa tidak dilakuin dari dulu. Waktu itu tanggal 08 agustus aku
lupa tahun berapa salah satu aku medsos Anan menuliskan status “ in
relathionship” seketika aku penasaran dan aku mencari tahu dengan siapa ia
menjalin hubungan. Ternyata dia adalah teman dekat Alia, Sabrina. Alia tahu
Anan dengan Sabrina sudah hampir sebulan tapi Alia tak pernah menceritakan
apapun padauk. Sebulan yang lalu padahal aku selalu membahas tentang dia. Jujur
aku nangis ingin sekali marah denga Alia tapi untuk apa? Melihat perjuangan Alia
membantuku saja aku sudah senang. Pantas saja sebulaln yang lalu Alia ngebet
agar aku mengirim pesan dengan Anan ternyata itu alasnnya agar aku tahu dengan
sendirinya dari Anan.
Selama
ini ternyata aku benar benar benar cinta dengan Anan tapi aku tak pernah berani
mendekatinya ini sudah hampri dua tahun aku mencintai Anan dalam diam. Seumur
hidupku aku tak pernah menajalin hubungan sepesial dengan siapa pun, aku hanya
bsia menyukai seseorang yaitu Anan dalam diam. Aku selalu mencari tahu kabar
anan lewat medsos medsosnya walapun disitu aku measakan sakit . kenapa bukan
aku kenapa harus sabrina itulah yang ingin aku katakana pada Tuhan ketika di
medsos mereka berdua mesra. Tapi tanggal 11 April ada yang beda dari status
Sabrinia statusnya galau. Kutanyakan pada Alia ternyata Anan putus dengan sabrina aku senang sekali,
Karena aku sudah janji jika dia putus aku akan berusaha mendekatinya. Aku
beranikan kurendahkan harga diriku hanya untuk Anan, bukan kah harusnya perempua
tak sepantasnya mengejar laki laki tapi entah kenapa cinta membuatku bodoh dan
rendah dimata orang lain. Aku mengirim pesan whatsapp ke Anan kukira akan
mendapat balasan ramah ternyata balasannya adalah keangkuhan . aku serba salah
saat itu kutanyakan Alia apakah seperti ini sikap Anan pada teman-teman
ceweknya sekasar inikah. Alia menjelasakan dulu tidak saat aku chating dengan
Anan. Aku syok kenapa Alia chating dengan Anan tapi tidak bilang pada ku dan
ternyata Alia bilang pada Anan bahwa aku suka Anan. Pantas saja anan kelihatan
marah di chatingan. Tapi entah kenapa aku tak bisa marah dengan Alia dan Anan. Aku justru marah dengan sabrina
kenapa harus buat anan kecewa dia yang kegatelan berusaha mendapatkan Anan
setelah ia dapatkan ia tinggalkan entah kenapa segitu bencinya pada Sabrina.
Sekarang
tanggal 21 April hari yang sangat bersejarah dan memberikan banyak kenangan
bukan karena ini hari kartini lantaran siswi di SMA ku menggunakan kebaya tapi
ini adalah farewell party atau pesta perpisahan bagi kelas 12. Hari ini mebuat
semua kelas 12 bahagia jangankan kelas 12, kelas 10 dan 11 pun juga ikut
merasakan bahagia bukan karena kita kelas 12 lulus semua tapi mungkin segala
aktvitas belajar mengajar ditiadakan dan diacara ini banyak sekali hiburan bahkan
band terkenalpun turut hadir bahagia. Entah
kenapa padahal hari ini semua orang
bahagia bahkan orang tua atau wali kelas 12 juga bahgai tapi aku merasa aku tidak merasakan
kebahagiaan seperti apa yang mereka rasakan. Dikeramaian aku merasa sepi
rasanya ingin meneteskan air mata tapi kurasa tak seharusnya. Sedih ngga harus
ditunjukin di depan umum. Aku selalu berfikir haruskah aku melepas semua rasa
yang aku miliki haruskah rasa ini pupus walau saatnya bersemi, yang aku
fikirkan hanya Anan. Saat itu Alia melihatku menundukan muka dan masuk ketoliet, Alia masuk
dan menanyakan kenapa tidak bergabung dengan yang lain di aula padahal band
undangan lagi tampil. Aku hanya menggeleng dan berkaca-kaca tapi Alia tahu
kenapa aku berkaca-kaca. Susah payah Alia membujuku dan akirnya aku ikut bergabung lagi dengan yang lain. Saat
aku jalan menuju aula ternyata ada Anan dan temannya lagi berkumpul dia juga
tak masuk di aula. Aku ingin sekali menjawab pertanyaan Anan, aku ahu itu pasti
hanya leluconnya dengan temannya sampai sekarang aku inget Anan berkata “
serius nih ngga ada yang mau di omongin bentar lagi ngga bakal ketemu loh.
Nanti nyesel” jarak 5 meter dari lokasi Anan aku mendengar entah kenapa aku
berhenti begitu juga Alia dia mengikutiku berhenti rasanya ingin aku keluarkan
semua yang ada dihati tapi mulut menolaknya. Alia menggandengku masuk meuju
aula. Sesi terakir dari acara peripasahan sekolah foto-foto, rasanya aku ingin
dengan mereka yang bisa foto bareng orang yang mereka sayanga, aku iri tapi
untuk apa aku menangis taka da gunanya.
Sekarang
5 September pertama kalinya aku masuk kuliah setelah ospek selama 5 hari
berturut-turut, aku melanjukan study ku ke universitas swasta, sebenarnya
aku diterima di universitas negeri tapi
kedua orang tuaku yang membuatku harus memilih jalan lain, untuk pertama
kalinya aku menentang kedua orang tuaku, aku muak mereka selalu meributkan
masalah spele, dan dijadikan besar. Aku senang bisa menjadi mahasiswa tapi
sayang tak ada aktifitas yang membuatku lupa dengan masalahku dan Anan. Anan
selalu ada bahkan selalu ku ingat masih aku pantau semua akun medsosnya sangat
disayangkan Anan tak lagi aktif di medsos seperti dulu ,aku sampai ingin tahu
gimana kabarnya sekarang aktifitas apa yang sedang dilakukan.
Sekarang
sudah satu tahun kelulusan tapi aku masih saja suka Anan entah kenapa ada Anan
dan hanya Anan. Aku bahkan sudah pernah membuka pintu hatiku untuk orang lain
ku kira aku bisa berhasil melupakannya ternyata hanya sebagian saja aku lupa
tentangnya selebihnya aku masih suka bahkan cinta. Daripada aku menyakiti
dirisendiri dan dia yang menyukaiku mendingan ku akhiri saja. Selain karena aku
yang masih cinta ada alasan lain yaitu aku takut menjalin hubungan dengan orang
tapi entah kenpa dengan Anan aku sangat mengharapkan, alasanya aku takut,
karena hubungan tanpa ikatan mudah hancur
, yang sudah terikat saja bisa hancur apalagi tanpa ikatan, itu terjadi
pada orang tuaku, dan itu salah satu penyebab aku sulit membuka hati.
Keluargaku hancur . Orang tuaku sudah
tak sejalan lagi, mereka sering ribut sejak aku SMA kelas 11. Bahkan pada saat
perpisahan sekolah orang tuaku tidak datang sama sekali bukan hanya karena Anan
aku sedihpada saat farewell party tapi juga karena orang tuaku. Aku berusaha
kuat menutupi semua luka dengan senyuman walapun akirnya aku gagal. Setidaknya
temanku bahkan Alia tidak tahu. Aku ingin menunjukan pada semua orang tidak
semua anak korban broken home menjadi anak yang bandal, nakal dan aku berhasil
walaupun dimata orang lain. Terimkasih Anan
berkatmu aku belajar apa arti kuat, bersabar, menunggu. Aku juga belajar bahwa
cinta tak harus memiliki. Mungkin cara Tuhan menjaga hatiku agar tak jatuh
ditempat salah Tuhan ciptakan hatiku untuk tidak mudah membuka hati untuk orang
lain, dan hatiku hanya untuk orang yang tepat buatku. Aku belajar dari cerita
dalam novel bahwa bukan kita yang menemukan cinta tapi cinta yang akan
menemukan kita dan aku kini melepaskanmu bahwa jika kita berjodah kita akan
bertemu dengan carayang mengagumkan. Sungguh terimkasih buat kamu Anan
selamanya aku tak akan melupakanmu dan terimkasih atas kebaikanmu Alia tanpamu
aku tak akan bisa mendapatkan no whatsapp Anan dan telah menerima dengan ikhlas
telingamu penuh dengan cerita Anan. Terimkasih juga buat orangatuaku kalian
memang orang tua yang buruk mementingka ego masing masing tapi aku sungguh
sangat cinta dan sayang pada kalian
lebih dari cintaku kepada Anan, Alia dan diriku sendiri. Semoga kalian bisa
bahagia doa kan aku semoga aku juga bisa bahagia. segala luka dan kenangan buruk
secepatnya hilang
Langganan:
Postingan (Atom)